Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tidak Perlu Ganti Setahun Sekali, 5 Alasan Tepat Ganti HP Baru

Alasan ganti HP baru

Ada begitu banyak model smartphone atau HP pintar baru yang diluncurkan oleh setiap produsen pertahunnya, baik Android maupun iPhone (iOS). Dibandingkan iPhone dari Apple, model baru lebih banyak terdapat pada smartphone berbasiskan sistem operasi Android seperti Samsung, Xiaomi, realme, Oppo dan Vivo.

Nah, dari banyaknya produk baru yang diluncurkan itu, kemudian muncul pertanyaan, "Apakah kita perlu mengganti HP setahun sekali?"

Mengenai pertanyaan itu, saya akan coba jelaskan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman berurusan dengan berbagai gadget terbaru selama ini.

Sejatinya, kita tidak perlu melakukan pergantian HP pertahunnya. Asalkan kamu masih nyaman menggunakan gadget atau gawai saat ini dalam menjalani berbagai aktivitas yang melibatkannya, seperti main medsos, kirim dan menerima email, nonton video hingga dokumentasi, maka saya rasa tidak ada alasan bagi kamu untuk mengganti ponsel pintar itu.

Namun, ada beberapa catatan yang membuat kamu disarankan untuk mengganti ponsel pintar. Tapi, balik lagi, tidak harus setahun sekali ya!


Di bawah ini adalah alasan untuk ganti HP baru.

Performa Lemot


Bagi saya, alasan utama untuk ganti smartphone adalah karena sudah lemot atau responnya lambat sehingga kenyamanan dalam menggunakannya berkurang bahkan membuat kita stres.

Kemudian, internal storage-nya sudah kurang. Seiring berjalannya waktu, pengembang aplikasi rutin melakukan update atau pemutakhiran perangkat agar produknya semakin baik. Nah, disinilah ukuran aplikasinya jadi meningkat sehingga makin menggerus ruang penyimpanan ponsel kita.

Solusi sementara untuk membuat ruang penyimpanan tetap lega adalah dengan uninstall atau menghapus aplikasi yang tidak dibutuhkan atau jarang digunakan. Namun, kalau yang bertambah adalah ukuran sistem operasi maka kita tidak bisa berbuat banyak. Kadang, menambah Micro-SD saja tidak cukup karena ada beberapa hal yang hanya bisa dipasang pada internal storage.

Berdasarkan pengalaman saya, untuk memastikan agar performa gadget tetap cepat dan optimal, maksimal internal storage yang bisa kamu gunakan adalah 50 hingga 60 persen. Jadi, sisa ruang yang ada jangan digunakan, kecuali sudah kepepet. Oleh karena itu, disarankan untuk menyimpan foto, musik dan video di Micro-SD saja agar tidak membebani storage.

Untuk HP terbaru, apalagi tahun 2020, kebanyakan kapasitas internal storage-nya sudah lebih dari 16GB. Bahkan, ada juga ponsel 1 jutaan yang dilengkapi storage 32GB. Untuk jangka panjang, saya pribadi merekomendasikan smartphone dengan internal storage 64GB atau lebih.

Baterai Bocor


Selain karena lemot, alasan ganti HP selanjutnya adalah dikarenakan kinerja baterai yang sudah tidak optimal sehingga mudah habis bahkan ngedrop. Padahal cuma stand-by, tidak digunakan untuk aktivitas berat seperti gaming atau edit video.

Solusi sementara, kamu bisa gunakan powerbank atau ngecas setiap ada kesempatan. Hanya saja, membawa powerbank rasanya kurang praktis, berat dan terlihat kurang keren. Apalagi ngecas terus, rasanya seperti "dipenjara" karena kita tidak bisa jauh dari stop kontak atau colokan.

Gaming Tidak Lancar


Apabila HP kamu lancar ketika digunakan untuk medsos, bukan berarti bakalan lancar juga ketika digunakan untuk gaming atau menjalankan gim. Apalagi, kalau game yang dimainkan sejenis PUBG Mobile, Call of Duty Mobile dan Ragnarok M: Eternal Love maka dibutuhkan spesifikasi yang cukup tinggi.

Ponsel pintar kelas menengah keluaran baru saat ini sejatinya bisa dibilang sudah cukup memadai untuk bermain game dengan kualitas standar. Hanya saja, bagi gamer garis keras, kualitas permainan yang tinggi adalah salah satu faktor utama yang menentukan kepuasan dan prestasi. Khususnya jika yang dimainkan adalah game bergenre FPS yang mengandalkan visual untuk mendeteksi posisi lawan.

Jika memaksakan diri bermain dengan kualitas tinggi pada smartphone kelas menengah, hampir bisa dipastikan permainan kamu tidak akan maksimal. Bisa terjadi tampilan patah-patah, force closed hingga panas yang berakhir merusak hape itu sendiri jika terus dipaksakan.

Apabila HP yang digunakan sekarang sudah mengalami masalah yang saya sebutkan di atas alias tidak mulus untuk mengeksekusi permainan yang ditekuni maka tidak ada salahnya ganti dengan yang lebih mutakhir.

Perlu dicatat, jika kamu bukan gamer yang kompetitif dan hanya menjadikan gaming sebagai kegiatan iseng, asalkan HP kamu bisa menjalankan game yang diinginkan maka tidak ada urgensi untuk ganti baru.

Kamera Ketinggalan Zaman


Pada HP kelas menengah, kemampuan yang tinggi untuk gaming kadang tidak dibarengi dengan kualitas kamera yang bagus pula. Ada yang harus dikorbankan untuk menekan harga jual agar tetap murah sehingga terjangkau oleh masyarakat.

Jika kebutuhan kamu adalah ponsel dengan kamera yang bagus dan kebetulan ada produk yang menawarkan spesifikasi kamera serta kualitas foto yang diharapkan maka inilah saatnya untuk ganti baru.

Apabila kamu tidak begitu menyukai kegiatan fotografi, selfie juga malu-malu, saya rasa asalkan HP yang kamu gunakan sekarang bisa beroperasi dengan lancar dalam mendukung kegiatan utama maka tidak perlu ganti. Toh, kamera hape kamu tidak akan rusak karena ada produk baru donk.

Perlu Citra yang Lebih Baik


Untuk mendukung karir, ada masanya kita memang membutuhkan handphone yang lebih baik. Semakin tinggi jenjang karir, apalagi ketika tugas kamu adalah bertemu dan meeting dengan client maka penampilan juga harus mendukung agar semakin dipercaya.

Jika kamu sudah sampai pada tahap ini maka direkomendasikan untuk ganti ke telepon seluler dengan brand yang mendukung hal itu. Pilihan untuk Android tentu saja yang kelas flagship, tetapi kebanyakan orang langsung menunjuk iPhone sebagai pilihan utama karena citranya sebagai telepon genggam mahal yang menunjukkan kelas penggunanya sebagai pribadi mapan.

***

Mungkin dari saya cukup lima poin yang menjadi alasan untuk ganti smartphone. Hanya saja, saran dari saya ini tidak perlu jadi pertimbangkan apabila kamu adalah orang yang punya banyak uang. Jika mau ganti baru setahun sekali atau setiap ada brand baru yang merilis produknya, langsung beli saja.

Jika kamu punya pemikiran lain terkait pembahasan ini atau sanggahan terhadap penjelasan yang saya berikan, ketikkan saja pendapatmu pada kolom komentar, ya! Mari kita bertukar pikiran!

Posting Komentar untuk "Tidak Perlu Ganti Setahun Sekali, 5 Alasan Tepat Ganti HP Baru"

Berlangganan via Email