Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Review Film Nussa


Film Nussa merupakan tayangan yang sangat dinantikan oleh saya, istri, dan (mungkin juga) anak laki-laki kami, Samil. Film yang ditayangkan secara streaming mulai 25 Desember 2021 ini menjadi akhir perjalanan Nussa dan Rara untuk berjumpa lagi dengan sang ayah yang telah lama tidak pulang-pulang (entah berapa kali lebaran) karena bekerja di tempat yang jauh.

Awalnya, antusiasme saya untuk menonton Film Nussa dikarenakan kami telah menyaksikan web seriesnya sejak lama. Tepatnya sejak viralnya episode "Dashyatnya Basmalah".

Sayangnya, belakangan web series di channel YouTube Nussa Official sudah jarang banget mendapatkan episode baru. Jikapun aja, hanya kompilasi beberapa episode dan lagu sebelumnya. Ditambah lagi "kampanye negatif" yang disuarakan dengan lantang oleh orang-orang yang tidak suka dengan serial ini.

Jadi, Film Nussa ini lebih kurang menjadi obat kangen untuk menyaksikan aksi Nussa dan kelucuan yang ditampilkan oleh Rara beserta teman-temannya.

Dijual seharga Rp50.000 di website biskoponline.com yang dibuat oleh perusahaan yang sama, Visinema, akhirnya saya dan keluarga bisa menikmati Film Nussa di rumah.

Sebelumnya, Film Nussa sudah ditayangkan secara offline di bioskop Indonesia. Namun, karena anak saya masih belum cukup umur untuk masuk ke bioskop maka opsi nonton online adalah pilihan terbaik, walaupun harus menunggu agak lama.

Kesan saya setelah menonton Film Nussa, ini adalah tayangan keluarga yang cocok disaksikan oleh segala kalangan, khususnya keluarga baru yang masih memiliki anak-anak seumuran Nussa dan Rara.  Tidak hanya cocok untuk umat Islam karena ceritanya bagus dan umum serta mengandung nilai-nilai positif yang bisa dicontoh oleh anak-anak.

Pesan-pesan yang disajikan dalam web series dan filmnya bisa dijadikan bahan pelajaran dalam membangung keluarga bahagia sekaligus mengajarkan anak-anak tentang ajaran agama Islam serta sunnah Nabi dan Rasulullah, Muhammad SAW.

Ada banyak rasa yang disajikan dalam lebih kurang 90 menit penayangan film ini, mulai dari lucu, tegang, penasaran hingga haru.

Bagi orangtua yang punya anak yang masih balita seperti saya, alur cerita yang dibawakan dalam film ini sangat mengena, khususnya dalam kasus ayahnya Nussa yang dilema antara profesionalitas kerja dan keluarga.

Menurut saya, walaupun kisah Film Nussa tetap bisa dimengerti tanpa harus menyaksikan web series. Namun, sangat disarankan demi mendapatkan kesan yang lebih hebat dari film ini, setidaknya tonton dulu beberapa episode web series-nya yang berjudul "Belajar Ikhlas", "Bundaku", "Nussa Bisa", "Berhutang atau Tidak", dan "Jaga Amanah".

Kalau saya dan keluarga sih, mungkin sudah nonton semua episode dari web series Nussa dan Rara, termasuk hapal sebagian lagu-lagunya juga.

Mungkin itu saja yang ingin saya bagikan.

Ngomong-ngomong, di web series Nussa kan banyak tuh produk-produk yang dipromosikan pada sela-sela ceritanya. Nah, kira-kira apa saja yang sempat Anda beli untuk sang buah hati?

Kalau saya sih hampir semua, termasuk kaos dari Nussa Official Store untuk diri saya sendiri, haha.

Posting Komentar untuk "Review Film Nussa"